Gending

Hai Hai…. Dalam kesempatan ini, Rumah Petik mau share tentang Gending. Yuk, Mariii….. Dilihat dari pengertian umumnya, gending dapat diartikan sebagai suara yang dikeluarkan oleh masing-masing alat pada gamelan yang dipadukan menjadi satu buah lagu. Gending ini biasanya dinyayikan oleh 1 atau 2 orang penyanyi bahkan lebih. Para Penyanyi gending ini yang disebut sebagai sinden. “Sinden” sendiri diambil dari kata “pasindhian” yang artinya orang yang kaya lagu atau orang yang membawakan lagu.

Gending sebagai lagu pada kebudayaan jawa sangat diperlukan karena tanpa adanya iringan suara gending pertunjukan yang sedang berlangsung menjadi kurang meriah. Berdasarkan fungsinya gending dapat dibedakan atas 4 fungsi, yakni:

1.Gending sebagai pengiring wayang kulit

Wayang Kulit ini adalah sebuah seni yang menggunakan wayang untuk penggambaran sebuah cerita. Cerita yang diangkat biasanya mengenai kisah kurawa dan pandawa, rama dan shinta atau cerita pewayangan lainnya. Gending yang biasanya menjadi pembukaan dalam pertunjukkan wayang kulit disebut sebagai gending “petalon” atau gending pembukaan. Gending juga akan diperdengarkan menyesuaikan dengan cerita dari pewayangan tersebut.

2.Gending sebagai pengiring dalam pementasan

Pementasan yang dimaksud adalah pementasan seni tari ataupun seni drama seperti wayang orang dan sebagainya. Tari-tarian, seperti tari persembahan yang diiringi oleh Gending Sekar Gadung

3.Gending sebagai pengiring acara ritual adat jawa

Acara ritual adat Jawa yang sering kita saksikan adalah upacara adat untuk perkawinan. Dibawah ini adalah beberapa macam Gending yang sering digunakan sebagai pengiring upacara adat pada perkawin jawa dan fungsinya masing-masing:

* Gending Katawang Puspawarna atau Gending Sekartejo

Gending ini biasanya digunakan untuk mengiringi pengantin wanita pada saat memasuki ruang upacara perkawinan.

*Gending Ladrang Wilujeng atau Gending Ladrang Rajamanggala

Gending ini biasanya digunakan untuk mengiringi pengantin pria pada saat memasuki ruang upacara perkawinan

*Gending Kodok Ngorek

Gending ini biasanya dimainkan pada saat acara “temu” yakni acara dimana kedua pengantin saling bertemu atau berhadapan. Setelah ini biasanya dilanjutkan dengan upacara seperti lempar sirih, injak telur dan sang pengantin wanita membersihkan kaki sang pengantin pria. Upacara-upacara ini biasanya masih menggunakan gending “kodok ngorek”.

*Gending Katawang Laras Maya

Gending ini biasanya digunakan untuk mengiringi kedua pengantin berjalan ke kursi pelaminan yang diikuti oleh kedua orangtua pengantin. Gending ini biasa dimainkan hingga kedua pengantin duduk di pelaminan

*Gending Ladrang Sriwidodo

Gending ini biasanya dimainkan pada saat upacara yang dilakukan di atas pelaminan, seperti: Dhahar Klimah (makan bersama kedua pengantin) yang dilanjutkan dengan acara saling suapin antara kedua pengantin hingga acara sungkeman

*Gending sebagai Hiburan Lepas

Gending selain dapat digunakan untuk mengiringi acara atau pertunjukkan lainnya, gending ini juga bisa sebagai hiburan lepas karena gending sebagai musik tidak tergantung dengan pertunjukkan lainnya. Hal ini berbeda dengan pertunjukkan Tari yang tidak bisa diperagakan apabila tidak ada gending.

Salam,
Rumah Petik
0813.812.666.77
rumah.petik@yahoo.com
http://www.rumahpetik.com
www.youtube.com/rumahpetik